Soal Psikotes

10 Jenis Tes Psikotes Matematika Dasar / Numerikal Dan Contoh Soal

berikut contoh soal tes psikotes matematika dasar atau numerikal beserta materi ringkasan yang bisa di pelajari.

tes psikotes matematika

Tes Psikotes Matematika – Tes psikotes merupakan salah satu metode yang kerap digunakan oleh perusahaan, institusi pendidikan, maupun organisasi lain untuk mengukur sejauh mana kemampuan serta potensi seseorang. 

Dalam ranah psikotes, ada banyak jenis tes yang digunakan, mulai dari tes kepribadian, tes verbal, hingga tes numerikal atau tes psikotes matematika. Tes numerikal, khususnya, semakin sering menjadi bagian dari rangkaian seleksi karena dianggap dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kemampuan logika, analisis, dan problem-solving seseorang.

Tes psikotes matematika, atau yang lebih dikenal dengan tes numerikal, memang bukan hal yang asing lagi. Seringkali, tes ini mencakup berbagai jenis soal, seperti aritmetika dasar, aljabar, hingga statistika. 

Meskipun bisa dianggap menakutkan oleh beberapa orang, tes ini sebenarnya memiliki makna yang dalam dan relevan untuk mengevaluasi berbagai aspek kemampuan seseorang. 

Dengan menguji kemampuan dalam memahami dan memanipulasi angka, tes ini membantu pemberi keputusan, seperti HRD atau komite seleksi, untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kemampuan analitik dan numerik yang baik.

Jenis-Jenis Soal dalam Tes Psikotes Matematika

Biasanya, tes psikotes matematika dirancang untuk menguji berbagai jenis kemampuan. Mulai dari perhitungan dasar seperti penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, hingga konsep yang lebih kompleks seperti pemangkatan dan akar kuadrat. 

Tidak jarang, tes ini juga mencakup soal-soal berbentuk pecahan atau desimal untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam mengolah bilangan yang lebih kompleks.

A# Aljabar

1.Bilangan Bulat

Dalam tes ini, soal biasanya berfokus pada aritmatika dasar. Meskipun tampak sederhana, tes ini mengevaluasi kecepatan dan akurasi Anda dalam memberikan jawaban.

Kriteria internasional untuk operasi aritmetika campuran adalah sebagai berikut:

  1. Urutan operasi dalam hitungan campuran: pemangkatan, akar kuadrat, perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan.
  2. Penjumlahan dan pengurangan memiliki prioritas yang sama; yang muncul lebih awal dikerjakan terlebih dulu.
  3. Perkalian dan pembagian juga memiliki prioritas yang sama; yang muncul lebih awal dikerjakan pertama.
  4. Pemangkatan dan akar kuadrat juga setara.
  5. Perkalian dan pembagian lebih didahulukan daripada penjumlahan dan pengurangan.
  6. Pemangkatan dan akar kuadrat lebih utama daripada perkalian dan pembagian.

>> Contoh soal tes psikotes bilangan bulat

2.Pecahan

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan mengenai soal dalam bentuk pecahan atau desimal:

  1. Nilai suatu desimal tetap sama meskipun ada penambahan nol di akhir angka. Misal, 0,31 sama dengan 0,310 atau 0,31000000000000.
  2. Jika sebuah angka adalah pecahan campuran, bagian bulat ditulis di depan koma, dan pecahannya setelah koma. Misalnya, 7 x 3/100 = 7,003.
  3. Untuk PENJUMLAHAN/PENGURANGAN, urutkan terlebih dahulu bilangan sesuai dengan posisinya.
  4. Untuk PERKALIAN, jumlah angka desimal di belakang koma pada hasil harus sama dengan total angka desimal di belakang koma dari kedua bilangan.
  5. Untuk PEMBAGIAN, ubah pembagi menjadi bilangan bulat dengan memindahkan tanda koma, lalu pindahkan tanda koma pada bilangan yang dibagi sejauh yang sama.

>> Contoh soal tes psikotes pecahan

3. Persentase

Persentase adalah fraksi dengan penyebut 100. Untuk mengonversi persentase menjadi fraksi, Anda bisa menggunakan rumus a% = a/100.

Berikut beberapa persentase yang setara dengan pecahan dan umumnya dikenal:

5%=½

20%=⅕

25%=¼

40%=⅖

50%=½

60%=⅗

75%=¾

80%=⅘

12 ½ %=⅛

16 ½ %=⅙

33 ⅓ %=⅓ 

37 ½ %= ⅜

62 ½ %=⅝

66 ⅔ %=⅔

87 ½ %=⅞

88 ⅓ %=⅚

>> Contoh soal tes psikotes persentase

4. Perpangkatan dan Akar 

Bilangan berpangkat sering disebut eksponen, yang dinotasikan dengan: 

an = a x a x … x a (sebanyak n kali)

a disebut sebagai bilangan pokok. SIfat operasi pangkat dan akar adalah:

>> Contoh soal tes psikotes perpangkatan dan akar

5. Waktu, Jarak, Dan Kecepatan

1.Berikut Sistem Satuan Waktu

Sistem satuan waktu adalah standar untuk mengukur durasi atau interval waktu. Satuan dasar waktu dalam Sistem Internasional (SI) adalah detik. Unit waktu lain yang sering digunakan adalah menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

Tes Psikotes Matematika

2. Sistem satuan panjang

Tes Psikotes Matematika

Setiap turun satu kali x 10, dua langkah x100 dan seterusnya. Sedangkan setiap naik satu langka : 10, naik 2 langka : 100 dan seterusnya.

1 km = 10 hm = 100 dam = 1.000 m

1000 mm = 100 cm = 10 dm = 1 m

6. Hubungan waktu, jarak, dan kecepatan

Waktu, jarak, dan kecepatan saling terkait dalam hubungan fisika. Jarak adalah sejauh mana suatu objek bergerak, kecepatan adalah seberapa cepat objek tersebut bergerak, dan waktu adalah durasi pergerakan tersebut. Rumus dasarnya adalah: Jarak = Kecepatan x Waktu. Dengan mengetahui dua variabel, kita bisa mencari yang ketiga.

>> Contoh soal tes psikotes Waktu, Jarak, Dan Kecepatan

B# Geometri Dasar

Geometri dasar adalah cabang matematika yang mempelajari bentuk, ukuran, sifat ruang, dan dimensi berbagai objek. Ini termasuk konsep-konsep seperti titik, garis, sudut, dan bentuk-bentuk dasar seperti segitiga, persegi, dan lingkaran. Geometri juga membahas hubungan antara objek-objek ini, seperti sejajar, tegak lurus, simetri, dan kongruensi. Ini adalah alat penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari seni hingga ilmu pengetahuan dan teknik.

1.Bangunan Datar

Bangunan datar adalah bentuk geometris yang hanya memiliki dua dimensi, yaitu panjang dan lebar, dan terletak sepenuhnya dalam satu bidang datar. Contoh bangunan datar meliputi segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, dan banyak lainnya. Sifat-sifat seperti sudut, panjang sisi, dan simetri seringkali menjadi fokus dalam mempelajari bangunan datar.

Tes Psikotes Matematika

>> Contoh soal tes psikotes bangunan dasar

2.Bangunan Ruang

Bangunan ruang adalah bentuk geometris yang memiliki tiga dimensi: panjang, lebar, dan tinggi. Bentuk-bentuk ini mencakup kubus, balok, bola, kerucut, piramida, dan prisma. Dalam bangunan ruang, kita memperhatikan aspek-aspek seperti volume, luas permukaan, dan sifat-sifat lain yang mempengaruhi bentuk tiga dimensi tersebut.

Tes Psikotes Matematika

Tips And Trick

– Urutan operasi hitung campuran: kuadrat, penarikan akar, perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan.

– Penjumlahan dan pengurangan sama kuat, jadi yang terletak didpan dikerjakan terlebih dahulu

– Perkalian dan pembagian sama kuat, jadi yang terletak didepan dikerjakan terlebih dahulu

– Kuadrat dan penarikan akar sama kuat.

Admin Ganteng

>> Contoh soal tes psikotes bangunan ruang

C# Aritmetika

1.Untung dan Rugi

Untung dan rugi merupakan konsep ekonomi yang mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu usaha atau investasi. Jika pendapatan dari suatu aktivitas lebih besar dari pada biayanya, maka dianggap mendapatkan “untung.” Sebaliknya, jika biaya lebih besar dari pendapatan yang diterima, maka dianggap mengalami “rugi.” Konsep ini sering digunakan untuk mengevaluasi kinerja bisnis, investasi, atau transaksi keuangan lainnya.

Untung =harga jual – harga beli

rugi = harga beli – harga jual

Persentase dapat dihitung dengan:

Tes Psikotes matematika

>> Contoh soal tes psikotes untung rugi

2. Bruto, Tara, dan Netto

Bruto, Tara, dan Netto adalah istilah yang digunakan untuk mengukur berat atau jumlah suatu produk atau bahan. Berikut penjelasannya:

  1. Bruto: Ini adalah berat keseluruhan dari suatu objek, termasuk berat dari kontainernya atau kemasannya. Dalam konteks bisnis, ini bisa merujuk pada pendapatan total sebelum dikurangi pajak atau biaya lainnya.
  2. Tara: Merupakan berat dari kontainer atau kemasan yang digunakan untuk menyimpan atau mengangkut objek. Tara digunakan untuk mengetahui berat netto dari produk itu sendiri tanpa berat kemasan.
  3. Netto: Ini adalah berat sebenarnya dari objek atau isi dari kontainer, dihitung dengan cara mengurangkan berat Tara dari berat Bruto. Dalam konteks keuangan, netto merujuk pada pendapatan atau laba bersih setelah semua pengeluaran, pajak, dan biaya lainnya telah dikurangkan.

Rumus sederhananya: Netto = Bruto – Tara.

>> Contoh soal tes psikotes Netto, Bruto dan Tara

Kesimpulan

Tes psikotes matematika adalah alat yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan numerik dan analitik seseorang. Meskipun bisa terasa menantang, memiliki pemahaman yang baik tentang konsep matematika dasar akan sangat membantu dalam menjawab soal-soal ini. 

Dengan demikian, tes ini tidak hanya mengukur kemampuan matematika Anda, tetapi juga potensi Anda dalam berpikir logis dan analitik.

Jadi, jika Anda berencana untuk mengikuti tes psikotes matematika, pastikan Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Pelajari konsep-konsep dasar, berlatihlah dengan soal-soal latihan, dan yang paling penting, jangan lupa untuk menjaga kepercayaan diri Anda. Ingat, tes ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang kemampuan Anda untuk berpikir secara logis dan efektif.

You may also like

error: Bercanda... !!